Yogyakarta (11/12) – Pondok Pesantren Mahasiswa (PPM) Ar Royyan Baitul Hamdi Yogyakarta salah satu Pondok Pesantren naungan DPW LDII DIY dan PC LDII Gondokusuman mengadakan kompetisi memasak bertema Clash of Cook: International Dishes, bertempat di lapangan RRI yang beralamat di Jl. Affandi Depan Gardu Induk PLN No.17, Mrican, Caturtunggal. Dengan mengusung tema kuliner internasional, acara ini diikuti oleh sekitar 250 santri yang terbagi ke dalam beberapa tim, menciptakan atmosfer kompetisi yang menarik dan unik.

Ketua panitia, Dava, menyampaikan bahwa tujuan utama acara ini adalah memberikan pengalaman yang menyenangkan dan interaktif bagi para santri. “Kami ingin santri mengeksplorasi budaya kuliner internasional, mempererat hubungan, melatih kerja sama tim, serta meningkatkan kreativitas dalam memasak,” ungkapnya.
Salah satu peserta, Ihsan, yang memimpin tim 8, memilih masakan India sebagai menu andalan mereka. “Kami memilih beef stick masala sebagai main course, samosa untuk appetizer, dan mango lychee sebagai minuman. Alasannya, kami menyesuaikan rasa agar cocok di lidah para juri yang berasal dari Indonesia,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa adaptasi rasa ini dilakukan untuk memudahkan juri memahami cita rasa internasional. Hal ini sekaligus meningkatkan peluang timnya untuk memenangkan kompetisi.

Menurut Ihsan, konsep acara ini sangat menarik, terutama karena melibatkan peserta laki-laki yang jarang memasak. “Di sini, kami dipaksa untuk belajar masak. Selain itu, waktu untuk memasak juga dibagi. Sesi antara peserta laki-laki dan perempuan yang berbeda membuat interaksi tetap terjaga sesuai nilai-nilai Islami,” katanya.
Persiapan Matang Serta Teknis Acara
Persiapan acara ini membutuhkan perhatian khusus, termasuk memastikan bahan makanan seperti daging tersedia cukup hingga menyewa tenda untuk mengantisipasi kondisi cuaca. “Kami mempersiapkan acara dengan matang, termasuk memberi waktu kepada peserta untuk berunding dalam kelompok selama tiga minggu. Namun, tantangan terbesar tetap pada koordinasi peserta dan perubahan cuaca yang tak menentu,” ungkap Dava lebih lanjut.

Kompetisi ini memiliki kriteria penilaian yang mencakup rasa, presentasi, keselarasan dengan tema, teknik memasak, dan kerja sama tim. “Kami ingin setiap tim tidak hanya fokus pada rasa, tetapi juga bagaimana mereka menyajikan hidangan dengan indah dan sesuai tema internasional,” tambah Dava.
Bagi Ihsan, pengalaman mengikuti kompetisi ini memberikan banyak pelajaran berharga. “Saya belajar mengenal masakan dari luar negeri, teknik memasak baru, dan yang paling penting, cara bekerja sama secara tim,” tuturnya.
Acara ini berhasil menghadirkan nuansa segar dalam kegiatan belajar di PPM Ar Royyan Baitul Hamdi Yogyakarta, menggabungkan nilai-nilai pendidikan karakter, kreativitas, dan kebersamaan dalam suasana kompetisi yang penuh semangat.
DPD LDII KOTA Lembaga Dakwah Islam Indonesia