
Yogyakarta (20/9) – Herman Suherman kembali memimpin DPD LDII Kota Yogyakarta periode 2026–2031 pada hasil Musyawarah Daerah (Musda) 8 LDII Kota Yogyakarta. Musda VIII berlangsung di Gedung Serbaguna Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Minggu (20/9/2026). Forum lima tahunan ini menjadi momentum evaluasi dan konsolidasi organisasi.
Peserta membahas berbagai agenda melalui Sidang Paripurna I, II, dan III. Mereka kemudian melanjutkan pembahasan melalui sidang komisi dan Rapat Paripurna IV. Hasil musyawarah menetapkan Herman Suherman sebagai Ketua DPD LDII Kota Yogyakarta. Ia kembali dipercaya memimpin organisasi untuk lima tahun mendatang.
Tim Formatur kemudian menyampaikan susunan Dewan Penasihat dan Pengurus Harian. Susunan tersebut mencakup kepengurusan DPD LDII Kota Yogyakarta periode 2026–2031. Dalam sambutannya, Herman menyampaikan terima kasih kepada sesepuh, wanhat, alim ulama, dan para penasihat. Ia juga mengapresiasi doa serta keteladanan yang mereka berikan.
“Terima kasih juga kami sampaikan kepada sesepuh, wanhat, alim ulama, dan para penasihat yang senantiasa memberikan nasihat, doa, keteladanan serta kesejukan dalam perjalanan organisasi,” ungkap Herman.
Herman juga mengapresiasi Ketua PC dan PAC LDII Kota Yogyakarta. Ia turut menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran pengurus dan warga LDII. Menurut Herman, kebersamaan seluruh tingkatan organisasi mendukung berbagai program pengabdian LDII. “Berbagai program pengabdian LDII yang mencakup delapan bidang tersebut dapat berjalan karena adanya kebersamaan dan sinergi dari seluruh tingkatan organisasi,” jelasnya.
Herman juga mengapresiasi jajaran Pengurus Harian DPD LDII Kota Yogyakarta. Selama lima tahun, mereka bersama-sama menghadapi berbagai tantangan organisasi.
Program Berkesan dan Program Prioritas Periode Ini
Saat ditemui setelah acara, Herman menyebut satu kegiatan yang paling berkesan. Kegiatan tersebut berupa kunjungan ke makam Bung Karno di Blitar.
Menurut Herman, kunjungan tersebut memberikan pembelajaran kebangsaan kepada jajaran DPD LDII Kota Yogyakarta. “Yang paling berkesan itu waktu DPD LDII Kota diundang, diajak untuk mengunjungi makam Bung Karno di Blitar,” ujar Herman.

“Kita mendapat pembelajaran kebangsaan bahwa kita tidak boleh melupakan jasa para pahlawan terdahulu,” lanjutnya.
Menurutnya, para pahlawan telah berjuang untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Karena itu, generasi saat ini perlu menghargai jasa mereka.
Memasuki periode 2026–2031, Herman menyiapkan evaluasi terhadap delapan bidang pengabdian LDII. Program yang sudah berjalan baik akan tetap menjadi prioritas.
Sementara itu, pengurus akan memperbaiki program yang belum berjalan optimal. Mereka juga akan mengevaluasi program yang masih sulit terlaksana. “Program prioritas yang akan dilaksanakan, tentunya program yang sudah berjalan baik itu akan kami jadikan program prioritas,” kata Herman.
“Kemudian yang belum baik maka kita perbaiki. Yang sulit terlaksana mungkin kita akan belajar dan evaluasi,” lanjutnya.
Herman menilai evaluasi tersebut sejalan dengan tema Musda VIII. Ia ingin LDII Kota Yogyakarta semakin aktif memberikan kontribusi kepada masyarakat. “Kita harus menjadi subjek yaitu lebih berkontribusi lagi pada masyarakat,” pungkas Herman.
DPD LDII KOTA Lembaga Dakwah Islam Indonesia