Yogyakarta – DPD LDII Kota Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan sosialisasi sekolah lansia pada Jumat, 28 November 2025. Kegiatan tersebut berlangsung di MDT Al-Kayyis, Sidobali, Muja Muju, Umbulharjo, Yogyakarta. Acara ini diikuti oleh keluarga yang memiliki anggota lanjut usia serta para lansia berusia 60 tahun ke atas.

Dalam kegiatan tersebut, DPD LDII Kota Yogyakarta menghadirkan Yulia dari BKKBN Kota Yogyakarta sebagai narasumber utama. Pada awal pembukaan Yulia menerangkan bahwa sebelum membentuk sekolah lansia, perlu terlebih dahulu membentuk Kelompok Bina Keluarga Lansia. “Pembentukan Kelompok Bina Keluarga Lansia menjadi langkah awal sebelum mendirikan sekolah lansia, karena kelompok ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga serta lansia agar tercipta lansia yang tangguh,” jelasnya.
Yulia juga menjelaskan bahwa lansia merupakan penduduk yang telah memasuki usia tertentu dan membutuhkan perhatian khusus. “Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1998, lansia adalah penduduk yang berusia 60 tahun atau lebih,” ujarnya.
Program Bina Keluarga Lansia bertujuan meningkatkan kesejahteraan lansia melalui keterlibatan aktif keluarga. Lansia diharapkan dapat hidup sehat, bertakwa, mandiri, produktif, serta tetap bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitar. Kegiatan pembinaan diarahkan untuk meningkatkan partisipasi, kemandirian, dan kemampuan lansia dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Selain itu, program ini juga menekankan peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku keluarga dalam menjaga ketahanan lansia. Lansia tangguh digambarkan sebagai individu yang sehat secara fisik, sosial, dan mental, serta mampu hidup mandiri, aktif, dan produktif.
Pelaksanaan Kegiatan Bina Keluarga Lansia
Dalam pelaksanaannya, kegiatan Bina Keluarga Lansia mencakup beberapa aspek. Pertama, penyuluhan dilakukan melalui temu keluDPDD-arga yang menghadirkan lansia dan anggota keluarga. Pertemuan ini menjadi sarana berbagi materi dan pengalaman pembinaan agama, fisik, dan psikologis. Kedua, dilakukan kunjungan rumah bagi keluarga lansia yang tidak hadir dalam kegiatan selama dua kali berturut-turut. Ketiga, program menyediakan rujukan bagi lansia yang memerlukan penanganan khusus ke fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit, panti wreda, atau puskesmas. Keempat, dilakukan pencatatan dan pelaporan jumlah anggota lansia secara berkala. Kelima, monitoring dan evaluasi dilaksanakan untuk menilai efektivitas dan keberhasilan program.

Konsep lansia sehat dalam program ini mencakup tujuh dimensi, yaitu spiritual, fisik, lingkungan, intelektual, emosional, sosial, dan vokasional. Spiritual yang baik membantu menjaga ketenangan batin. Kesehatan fisik didukung oleh penerapan pola hidup sehat. Lingkungan yang kondusif turut menunjang kesehatan fisik dan mental lansia.
Sementara itu, aspek intelektual dijaga melalui pembelajaran sepanjang hayat. Dimensi emosional ditunjang oleh kemampuan mengelola emosi dan kemandirian. Dimensi sosial mendorong lansia tetap aktif berkontribusi di masyarakat. Adapun dimensi vokasional memberikan kesempatan bagi lansia untuk tetap produktif sesuai kemampuan.
Melalui sosialisasi sekolah lansia ini, DPD LDII Kota Yogyakarta berupaya mewujudkan lansia yang tangguh dan sejahtera. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat peran keluarga dalam mendampingi lansia agar tetap sehat, mandiri, dan berdaya guna.
DPD LDII KOTA Lembaga Dakwah Islam Indonesia