Rangkaian Musda VIII DPD LDII Kota Yogyakarta Sukses Digelar, Bahas Evaluasi, Konsolidasi, dan Penetapan Kepengurusan Baru

Sesi Foto Bersama Perwakilan Forkopimda, Ketua DPW LDII DIY dan Ketua DPD LDII Kota Yogyakarta dalam Gelaran Musda 8 LDII Kota Yogyakarta
Sesi Foto Bersama Perwakilan Forkopimda, Ketua DPW LDII DIY dan Ketua DPD LDII Kota Yogyakarta dalam Gelaran Musda 8 LDII Kota Yogyakarta (doc/lines)

Yogyakarta (20/9) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kota Yogyakarta sukses menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VIII di Gedung Serbaguna Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Minggu (20/9/2026). Musda lima tahunan ini menjadi momentum evaluasi kepengurusan sekaligus merumuskan arah program organisasi untuk lima tahun mendatang.

Rangkaian Musda VIII diawali dengan pembukaan yang menghadirkan jajaran pemerintah daerah, pengurus LDII, serta perwakilan Pimpinan Cabang (PC) dan Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII se-Kota Yogyakarta. Acara kemudian berlangsung dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pembacaan doa.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, membuka Musda secara resmi. Sekda hadir mewakili Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, sekaligus menyampaikan arahan Pemerintah Kota Yogyakarta kepada jajaran LDII.

Dalam sambutannya, Sekda menekankan bahwa Musda tidak hanya menjadi forum pergantian kepengurusan. Menurutnya, Musda juga menjadi momentum untuk memperkuat kontribusi organisasi melalui program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kita jangan sekadar memaknai Musda sebagai ajang pergantian pengurus semata,” ujar Sekda saat menyampaikan pesan Wali Kota Yogyakarta.

Menurutnya, organisasi kemasyarakatan akan semakin bermakna apabila mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, kepengurusan LDII ke depan perlu menyusun program yang aplikatif serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat.

Sekda juga mendorong LDII untuk terus berkontribusi dalam menjaga harmoni keberagaman, pendidikan, lingkungan, serta kerukunan masyarakat Kota Yogyakarta. Ia berharap kepengurusan yang terpilih mampu merangkul seluruh unsur organisasi dan memperluas manfaat program LDII.

Musda Menjadi Momentum Evaluasi dan Proyeksi Organisasi

Setelah pembukaan, rangkaian Musda berlanjut dengan pembekalan dari Anggota Komisi D DPRD DIY dan Kementerian Agama Kota Yogyakarta. Materi pembekalan membahas berbagai tantangan sosial serta pentingnya sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut dengan Sidang Paripurna I, II, dan III. Peserta membahas berbagai agenda organisasi sebagai bagian dari proses evaluasi dan konsolidasi.

Rapat Paripurna I dipimpin oleh Perwakilan Pengurus DPD LDII Kota Yogyakarta
Rapat Paripurna I dipimpin oleh Perwakilan Pengurus DPD LDII Kota Yogyakarta (doc/lines)

Musda juga memasuki sidang komisi yang menjadi ruang bagi peserta untuk menyampaikan usulan dan membahas program. Peserta kemudian membawa hasil pembahasan tersebut ke Rapat Paripurna IV untuk merumuskan arah program organisasi periode mendatang.

Musda VIII juga menjadi momentum pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya. Dalam rangkaian sidang, pengurus DPD LDII Kota Yogyakarta masa bakti sebelumnya menyatakan demisioner dan menyerahkan panji LDII kepada Ketua DPW LDII DIY.

Selanjutnya, Tim Formatur menyampaikan laporan mengenai susunan Dewan Penasihat dan Pengurus Harian DPD LDII Kota Yogyakarta untuk masa bakti 2026–2031.

Herman Suherman Kembali Terpilih Sebagai Ketua Untuk Periode 2026 – 2031

Melalui proses musyawarah, peserta Musda kembali menetapkan Herman Suherman sebagai Ketua DPD LDII Kota Yogyakarta untuk masa bakti 2026–2031.

Setelah penetapan tersebut, jajaran terkait melantik Dewan Penasihat dan Pengurus Harian DPD LDII Kota Yogyakarta. Panji-panji LDII juga diserahkan kepada Herman Suherman sebagai Ketua DPD LDII Kota Yogyakarta terpilih.

Dalam sambutannya setelah kembali mendapat amanah tersebut, Herman menyampaikan terima kasih kepada para sesepuh, Dewan Penasihat, alim ulama, serta seluruh pihak yang selama ini memberikan nasihat dan keteladanan dalam perjalanan organisasi.

“Terima kasih juga kami sampaikan kepada sesepuh, wanhat, alim ulama, dan para penasihat yang senantiasa memberikan nasihat, doa, keteladanan, serta kesejukan dalam perjalanan organisasi,” ungkap Herman.

Herman juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran PC dan PAC LDII di Kota Yogyakarta. Menurutnya, kebersamaan seluruh tingkatan organisasi menjadi faktor penting dalam menjalankan berbagai program pengabdian LDII.

Ia menjelaskan, delapan bidang pengabdian LDII dapat berjalan melalui sinergi antara pengurus DPD, PC, PAC, serta seluruh warga LDII di Kota Yogyakarta.

“Berbagai program pengabdian LDII yang mencakup delapan bidang tersebut dapat berjalan karena adanya kebersamaan dan sinergi dari seluruh tingkatan organisasi,” jelasnya.

Herman turut menyampaikan terima kasih kepada jajaran Pengurus Harian DPD LDII Kota Yogyakarta. Selama lima tahun sebelumnya, jajaran pengurus telah bersama-sama menghadapi berbagai tantangan, berdiskusi, menyelesaikan perbedaan pendapat, serta mencari solusi untuk menjalankan program organisasi.

Fokus Konsolidasi dan Program Lima Tahun Mendatang

Herman menegaskan bahwa Musda VIII bukan menjadi akhir perjalanan organisasi. Menurutnya, Musda merupakan momentum untuk melakukan evaluasi, konsolidasi, sekaligus menyusun proyeksi masa depan LDII Kota Yogyakarta.

“Musda 8 bukanlah akhir dari perjalanan LDII Kota Yogyakarta. Musda merupakan momentum evaluasi, konsolidasi, dan proyeksi masa depan organisasi,” katanya.

Ia berharap berbagai capaian selama lima tahun sebelumnya dapat menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh. Pengurus perlu memperbaiki program yang masih memiliki kekurangan, sedangkan program yang sudah berjalan baik dapat mereka lanjutkan dan kembangkan.

“Apa yang telah kita kerjakan selama lima tahun ini hendaknya menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh. Apa yang masih kurang dapat diperbaiki, apa yang sudah baik dapat dilanjutkan, dan apa yang menjadi tantangan hendaknya dapat dihadapi dengan kebersamaan,” tutur Herman.

Susunan Kepengurusan Baru DPD LDII Kota Yogyakarta periode 2026 - 2031 yang kembali dinahkodai oleh Herman Suherman
Susunan Kepengurusan Baru DPD LDII Kota Yogyakarta periode 2026 – 2031 yang kembali dinahkodai oleh Herman Suherman (doc/lines)

Herman juga mengajak seluruh jajaran pengurus untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak. Menurutnya, sinergi dengan pemerintah, organisasi kemasyarakatan, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi modal penting dalam menjalankan program organisasi.

Sebelumnya, Herman juga mengajak seluruh peserta Musda untuk menjalankan proses persidangan dengan semangat musyawarah dan tanggung jawab. Ia menilai perbedaan pendapat dalam persidangan merupakan hal yang wajar selama dapat menjadi bagian dari proses mencari keputusan terbaik bagi organisasi.

Kepengurusan DPD LDII Kota Yogyakarta periode 2026–2031 diharapkan dapat melanjutkan berbagai program pengabdian sekaligus menghadirkan program yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

Musda VIII kemudian ditutup dengan sambutan dan arahan Ketua DPW LDII DIY serta pembacaan doa. Rangkaian Musda menjadi awal bagi kepengurusan baru untuk menjalankan hasil musyawarah dan menyusun program kerja organisasi selama lima tahun mendatang.

Check Also

Musda VIII LDII Kota Yogyakarta

Ketua DPW LDII DIY Tekankan Dakwah Berkelanjutan Melalui Inovasi ‘Kiai Water’ pada Musda VIII Kota Yogyakarta

Yogyakarta (20/9). DPD LDII Kota Yogyakarta sukses menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VIII mengusung tema “Penguatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

this page