
Yogyakarta (20/9) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kota Yogyakarta sukses menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VIII. Acara ini berlangsung di Gedung Serbaguna Mantrijeron pada Minggu, 20 September 2026. Agenda lima tahunan ini menjadi ajang konsolidasi dan pemilihan nakhoda baru untuk periode 5 tahun mendatang.
Pemerintah Kota Yogyakarta memberikan perhatian khusus pada acara ini. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori, hadir membuka acara Musda secara resmi. Ia mewakili Wali Kota Yogyakarta untuk menyampaikan arahan dan pesan Wali Kota, Hasto Wardoyo.
Dalam sambutannya, Sekda menyambut baik arahan dari DPW LDII DIY. Ia menilai pernyataan tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kota Yogyakarta. Kedua pihak sepakat untuk membangun sinergi antara LDII dan pemerintah daerah.
Sinergi tersebut mencakup kolaborasi dengan pemerintah dan ormas lainnya. “Ini sudah gayung bersambut dengan apa yang DPW LDII DIY sampaikan. Kita bersama bisa bersinergi antara LDII dengan pemerintahan seperti Kementerian Agama, ormas agama Islam, maupun agama yang lain,” ujarnya. Pemerintah juga mendorong LDII agar aktif merawat harmoni keberagaman di Kota Yogyakarta.
Pesan Wali Kota juga menegaskan esensi utama dari perhelatan Musda. “Kita jangan sekadar memaknai Musda sebagai ajang pergantian pengurus semata,” tegasnya. Organisasi kemasyarakatan harus selalu dekat dan hadir untuk masyarakat luas.
Wali Kota juga menjelaskan dalam teks sambutannya bahwa eksistensi sebuah organisasi sangat bergantung pada dampak positif program sosialnya. “Organisasi akan terus eksis jika selalu memberikan manfaat nyata,” imbuhnya. Pemerintah melihat LDII memiliki bekal kuat untuk mewujudkan visi mulia tersebut.
Tema Musda ini selaras dengan program prioritas dari Pemerintah Kota Yogyakarta. Fokus utamanya mencakup harmoni lingkungan dan target keberhasilan Pembangunan Berkelanjutan. Pemerintah juga sangat menekankan pelestarian budaya luhur dan toleransi beragama.
Pesan Pemerintah Kota untuk Jaga Karakter Bangsa dan Hasilkan Program Aplikatif
Pemerintah berharap LDII selalu hadir memberikan solusi bagi masyarakat luas. Masyarakat sangat membutuhkan peran nyata ormas dalam menyelesaikan berbagai masalah sosial. Isu lingkungan, pendidikan, dan kerukunan memerlukan perhatian yang sangat khusus.
Seluruh warga harus selalu menjaga karakter luhur budaya Yogyakarta. Masyarakat wajib terus menerapkan sikap tepo seliro dan unggah-ungguh setiap hari. Semangat gotong royong juga menjadi kekuatan utama bagi kemajuan masyarakat Yogyakarta.

Semua pihak perlu menaruh perhatian ekstra pada toleransi antarumat beragama. Umat Islam juga harus terus merawat kerukunan dengan baik. Hal ini menjadi kunci utama untuk menciptakan kedamaian di Kota Yogyakarta.
Terkait program kerja, Sekda berharap Musda mampu menghasilkan rumusan yang unggul. Pengurus harus menyusun program yang aplikatif sehingga mereka mudah menjalankannya langsung di lapangan. “Tidak perlu terlalu banyak, yang penting pengurus bisa melaksanakannya,” harap Sekda.
Sekda menitipkan pesan khusus bagi nakhoda baru DPD LDII Yogyakarta. Ketua baru harus mampu merangkul seluruh unsur yang ada. LDII wajib terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan elemen masyarakat luas.
Masyarakat tidak sekadar menilai ukuran keberhasilan dari bentuk program kerja semata. Seberapa besar manfaat kehadiran sebuah organisasi akan menentukan keberhasilan yang sejati. Melalui manfaat sosial inilah, masyarakat akan terus menerima kehadiran LDII.
DPD LDII KOTA Lembaga Dakwah Islam Indonesia