
Yogyakarta (20/9). DPD LDII Kota Yogyakarta sukses menggelar Musyawarah Daerah (Musda) VIII mengusung tema “Penguatan Peran Harmoni Lingkungan, Budaya, dan Toleransi”. Musda yang digelar di Gedung Serbaguna Mantrijeron (GSM) pada Minggu (20/9/2026), Ketua DPW LDII DIY, Atus Syahbudin, menekankan pentingnya menyelaraskan program dakwah dengan Sustainable Development Goals (SDGs).
Dalam sambutannya, Atus memaparkan bahwa sejak 2018, delapan program pengabdian LDII telah dikonversikan agar selaras dengan 17 tujuan SDGs. Di bidang lingkungan, LDII menginisiasi program inovatif “Kiai Peduli Sampah” dan “Kiai Water” untuk mendorong ketahanan air masyarakat.
“Implementasi nyata “Kiai Water” ini diterapkan langsung di GSM yang telah dilengkapi tiga bak penampung air hujan berkapasitas total 22.000 liter untuk menyuplai kebutuhan wudhu dan toilet, sehingga menghemat air sumur,” jelas Atus.
Selain lingkungan, LDII mewujudkan pilar keadilan sosial melalui pengajian inklusif bagi teman tuli, pengembangan eco-pesantren, hingga dialog lintas agama. Pada sektor ekonomi, LDII berupaya memajukan ekonomi umat yang jauh dari praktik riba melalui penguatan BMT dan Koperasi Syariah, didukung oleh kemitraan erat dengan berbagai perguruan tinggi dan ormas Islam lainnya.
Menutup arahannya, Atus berpesan khusus kepada jajaran pengurus DPD LDII Kota Yogyakarta periode 2026-2031 terpilih. “Program kerja ke depan sudah harus SDGs. Bukan lagi hanya untuk hari ini selesai, tetapi berkelanjutan untuk anak cucu kita,” pungkasnya.
DPD LDII KOTA Lembaga Dakwah Islam Indonesia