Kreatif dan Bernilai Seni, Remaja LDII Belajar Membuat Brownies Motif Batik

LDII Kota Yogyakarta
DPD LDII Kota Yogyakarta dan DPD LDII Kabupaten Bantul menggelar pelatihan membuat brownies motif batik.

Yogyakarta (10/6). DPD LDII Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul melalui Penggerak Pembina Generus (PPG) Alkarima menyelenggarakan workshop bertajuk “Dapur Mandiri: Kreasi Brownies Kukus Motif Batik” pada Minggu (25/5/2025).

Kegiatan ini diikuti oleh puluhan remaja putri dari berbagai PC LDII naungan DPD LDII Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul. Tujuan dari kegiatan ini, yakni untuk menumbuhkan kemandirian generasi muda, khususnya generasi putri, melalui keterampilan memasak yang kreatif dan bernilai seni.

Workshop yang diadakan di Masjid Baitussalam Daengan ini merupakan bagian dari program unggulan Keputrian Alkarima yang mengusung tema “Kreasikan Cita Rasa, Seni dan Tradisi dalam Satu Loyang”. Peserta tidak hanya diajak membuat brownies kukus biasa, tetapi juga diberikan tantangan untuk membuat motif batik pada permukaan kue. Ini merupakan sebuah kombinasi unik antara seni kuliner dan warisan budaya lokal.

Ketua panitia, Wanda Salsabila Maryam, menjelaskan bahwa pemilihan tema brownies motif batik bukan tanpa alasan. “Kami ingin memberikan pengalaman yang berbeda dan membekas. Batik adalah identitas kita dan brownies adalah media ekspresi. Ini bukan hanya tentang memasak, tapi tentang kreativitas dan kemandirian,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kegiatan ini juga akan diterapkan di tingkat PC melalui program pembinaan oleh para perwakilan peserta dari setiap PC LDII naungan DPD LDII Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul. Para peserta inilah yang akan menjadi pemateri untuk kegiatan kemandirian di PC-nya masing-masing.

Pemateri workshop, Zahra Radhiyya Maghfira menyampaikan rasa senangnya bisa terlibat dalam kegiatan ini. “Saya sangat happy dan senang karena ini adalah salah satu bentuk nyata dalam membekali generus Alkarima dengan keterampilan yang aplikatif. Membuat brownies batik itu pengalaman baru yang unik, tidak mudah, tapi juga tidak mustahil. Saya berharap ilmu yang saya sampaikan bisa bermanfaat dan diteruskan, baik di rumah maupun sebagai peluang usaha,” ujarnya.

LDII Kota Yogyakarta
Proses pembuatan brownies motif batik.

Kegiatan ini juga menghadirkan sesi penjurian. Para juri memberikan apresiasi tinggi terhadap kreativitas peserta. “Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini karena benar-benar memberi bekal nyata untuk generasi putri kita. Kriteria penilaian kami mencakup rasa, tekstur, dan tentu saja plating. Penampilan makanan adalah kesan pertama dan kami melihat banyak potensi di sini,” jelas perwakilan juri, Rismiyati.

Selain itu, ia berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelatihan semata. “Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan berkembang ke arah wirausaha. Kami ingin generasi muda menjadi mandiri dan produktif,” tambahnya.

Para peserta pun menyambut workshop ini dengan antusiasme tinggi. “Alhamdulillah, Keputrian Alkarima telah mengadakan acara ini. Kami dapat ilmu dan keterampilan baru yang sangat bermanfaat. Membuat motif batik di loyang itu pengalaman yang sangat unik dan seru,” ujar salah satu peserta, Nura.

Ia menambahkan bahwa membuat motif batik di atas brownies memerlukan ketelitian dan kesabaran, tetapi juga sangat menyenangkan. “Biasanya kita bikin motif batik di kain, tapi kali ini di loyang. Harus sabar dan telaten banget,” tegasnya.

DPD LDII Kota Yogyakarta dan Kabupaten Bantul melalui PPG Alkarima akan terus bersinergi. Kegiatan ini adalah bagian dari program jangka panjang yang akan terus dikembangkan. Workshop “Dapur Mandiri” ini diharapkan mampu mencetak generasi putri yang religius, kreatif, dan mandiri, baik dalam kehidupan rumah tangga maupun dalam kontribusi sosial ekonomi di masyarakat.

Check Also

DPD LDII Kota Yogyakarta Dorong Kesadaran Hidup Sehat Lewat Cek Kesehatan Gratis

Yogyakarta (20/9) – DPD LDII Kota Yogyakarta kolaborasi dengan Dinas Kesehatan serta Puskesmas Gondokusuman 1 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

this page