
Yogyakarta — Pengurus pemuda PC LDII Mantrijeron bersama PAC LDII Ngestiharjo menggelar Pengajian Akhir Tahun (PAT) di Masjid Al-Mustaqim, Sanggrahan, Ngestiharjo, Yogyakarta. Kegiatan yang dilaksanakan pada malam pergantian tahun 2025 ini melibatkan sekitar 150 pemuda dan pemudi PC LDII Mantrijeron.
Dalam kesempatan tersebut, Panit Binmas Polsek Kasihan, Aiptu Priyo Suryanto, hadir sebagai pemateri. Ia menyampaikan pembekalan terkait kenakalan remaja. Ia juga menekankan pentingnya peran remaja dalam menjaga diri dari berbagai perilaku menyimpang yang dapat merusak masa depan.
Terkait penyalahgunaan narkoba, Aiptu Priyo menegaskan bahwa dampak narkoba sangat berbahaya, baik dari sisi kesehatan maupun hukum. “Narkoba itu efeknya bukan hanya ketergantungan, melainkan juga menimbulkan gangguan mental dan menurunkan daya ingat. Kalau sudah ketergantungan, tidak jarang akhirnya meningkat menjadi pengedar, dan sanksi hukumnya jauh lebih berat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti maraknya fenomena klitih di wilayah Kasihan yang masih sering melibatkan remaja. Menurutnya, klitih merupakan aktivitas keluyuran malam hari yang sering melibatkan penggunaan senjata tajam dan berisiko tinggi. “Pelaku klitih itu rata-rata anak remaja. Oleh karena itu, kami mengimbau agar anak-anak tidak keluyuran malam, apalagi di jam-jam rawan. Peran orang tua sangat penting dalam pengawasan,” jelasnya.
Menanggapi kegiatan pengajian akhir tahun ini, Aiptu Priyo menyampaikan apresiasinya terhadap pemuda dan pemudi PC LDII Mantrijeron. “Kegiatan seperti ini sangat positif karena mampu menghindarkan remaja dari euforia perayaan tahun baru di jalanan yang risikonya tinggi, baik kecelakaan lalu lintas maupun potensi gangguan keamanan. Ini patut ditingkatkan dan bisa menjadi contoh bagi remaja lainnya,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu pengurus PAC LDII Ngestiharjo, Miftah, menjelaskan bahwa pengajian akhir tahun ini bertujuan untuk membina dan memperkuat karakter generus LDII. “Pengajian akhir tahun ini menjadi sarana pembinaan agar generasi muda memiliki bekal akhlak, keimanan, dan pemahaman agama yang kuat, sehingga mampu membentengi diri dari pengaruh negatif lingkungan, khususnya di malam pergantian tahun,” jelasnya.
Ia juga menilai antusiasme peserta sangat baik. “Kehadiran tinggi, partisipasi aktif, dan sikap tertib selama pengajian menunjukkan kesadaran pemuda LDII untuk terus memperbaiki diri melalui kegiatan yang positif dan bermanfaat,” ujarnya.
Ketua panitia, Bagus Abdurrahman, menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah mempererat keakraban antargenerasi muda LDII. “Kami ingin mengisi malam akhir tahun 2025 dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat, sekaligus meningkatkan keakraban antargenerus dari usia pra-remaja hingga dewasa,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa panitia mempersiapkan PAT ini secara intens. “Alhamdulillah, kegiatan dapat berjalan dengan lancar berkat komunikasi dan koordinasi antarpanitia,” tuturnya.

Bagus berharap kegiatan ini dapat meningkatkan semangat kebersamaan dan partisipasi generasi muda LDII ke depannya. “Semoga setelah PAT ini, generus semakin semangat mengikuti kegiatan keagamaan dan pembinaan. Selain itu, generus dapat merasa nyaman karena memiliki banyak teman seperjuangan,” harapnya.
PC LDII Mantrijeron berencana rutin menggelar pengajian akhir tahun setiap tahun sebagai upaya pembinaan berkelanjutan bagi generasi muda. Dengan demikian, generus mampu menyongsong masa depan dengan sikap yang lebih dewasa, bertanggung jawab, dan berkontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
DPD LDII KOTA Lembaga Dakwah Islam Indonesia