
Bidang Kegiatan Muda-Mudi (KMM) Alkarima, naungan DPD LDII Bantul, menggelar kegiatan bertajuk KUMANJA (Keakraban Usia Mandiri Jogja) pada Minggu (24/5/2026). Ratusan pemuda dan pemudi LDII Yogyakarta dan Bantul mengikuti kegiatan ini di Gedung Serbaguna Mantrijeron, Kemantren, Mantrijeron, Kota Yogyakarta.
KUMANJA merupakan agenda tahunan dari program kerja KMM Alkarima. Program ini bertujuan untuk mempererat keakraban sekaligus menambah relasi di kalangan pemuda dan pemudi LDII Yogyakarta dan Bantul. Kegiatan ini juga menjadi wadah pembekalan ilmu bagi para generus dalam menghadapi berbagai tantangan pada masa usia prime, khususnya usia 23 hingga 30 tahun, agar tidak salah arah dalam menjalani kehidupan.
Kegiatan berlangsung dalam beberapa sesi yang interaktif dan penuh kebersamaan. Sesi talkshow bersama praktisi pernikahan, Didik Supriyanto dan Ardian, S.E. mengawali acara ini. Sesi sharing kelompok dan games antartim turut serta melengkapi rangkaian kegiatan KUMANJA. Tidak hanya itu, nasihat agama juga menutup acara tersebut.
Dalam sesi talkshow, narasumber membahas berbagai persoalan yang kerap ada pada generasi muda usia mandiri, salah satunya mengenai kesiapan menikah atau al ba’ah. Narasumber menyoroti pentingnya kesiapan biologis, kemampuan menafkahi, serta kemandirian dalam berpikir dan menyelesaikan persoalan rumah tangga.
Narasumber menekankan bahwa kesiapan menikah tidak selalu diukur dari kemapanan yang sempurna, tetapi juga dari kemampuan untuk mandiri, memiliki penghasilan, serta kesiapan mental dalam menjalani proses kehidupan bersama pasangan.
Selain itu, pembahasan juga menyinggung pentingnya membangun financial freedom dengan prinsip syariah. Hal ini dapat dibangun melalui gaya hidup sederhana, hidup secukupnya, dan mengutamakan aktivitas yang membawa manfaat.

Dalam closing statement-nya, Didik mengajak generasi muda untuk tidak menunda pernikahan tanpa alasan yang jelas. Menurutnya, menikah di usia matang dapat menjadi jalan untuk menghadirkan keberkahan dalam kehidupan.
“Segeralah menikah, karena dengan segera menikah akan membuat hidup kita menjadi berkah,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Didik menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan KUMANJA. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi ruang positif bagi generasi muda di tengah tantangan moral dan sosial yang semakin kompleks.
“Di saat sekarang moral generasi muda banyak mengalami penurunan, kegiatan seperti ini menjadi sesuatu yang luar biasa. Intinya adalah keakraban supaya hubungan baik bisa terjalin dan pernikahan dapat terwujud. Saya berharap acara seperti ini dapat terus terlaksana dengan lebih meriah dan lebih sering,” tuturnya.
Sementara itu, Ardian juga menyampaikan bahwa kegiatan seperti KUMANJA sangat relevan bagi generasi muda saat ini yang hidup di tengah derasnya pengaruh perkembangan zaman dan teknologi digital.
Menurutnya, generasi muda perlu memiliki benteng diri yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh pergaulan bebas maupun gaya hidup yang menjauhkan dari nilai-nilai agama.
“Acara seperti ini dapat menjadi dorongan bagi generasi muda untuk lebih siap menjalani masa depan dengan baik. Harapannya generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh zaman yang sudah rusak dari berbagai arah, tetapi dibentengi dengan amalan-amalan yang baik,” ungkapnya.
Sepanjang acara, suasana berlangsung hangat, meriah, dan penuh antusias. Para peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari talkshow, sesi diskusi kelompok, hingga permainan kebersamaan yang semakin mencairkan suasana.
Melalui kegiatan ini, para generus LDII Yogyakarta dan Bantul dapat semakin akrab dan memiliki relasi yang lebih luas. Selain itu, para generus juga memperoleh bekal ilmu untuk menjalani masa usia mandiri dengan lebih terarah, bertanggung jawab, serta siap menjadi generasi yang berakhlakul karimah dan mandiri. (Zahra/*)
DPD LDII KOTA Lembaga Dakwah Islam Indonesia