Seluruh Pengurus Cabang LDII se-Kota Yogyakarta Dikukuhkan

Yogyakarta (18/11) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Yogyakarta menyelenggarakan pengukuhan pengurus Pimpinan Cabang (PC) LDII seluruh kemantren se-Kota Yogyakarta periode 2022-2027. Kegiatan berlangsung di Wisma Pondok Pesantren Pelajar dan Mahasiswa (PPPM) Baitussalam, Jalan Sugeng Jeroni, Mantrijeron, Yogyakarta, Kamis (17/11/2022).

Acara ini diikuti 50 peserta yang terdiri dari Pengurus Harian DPD LDII Kota Yogyakarta, Pembina PC LDII se-Kota Yogyakarta dan Pengurus PC LDII periode 2022-2027 seluruh kemantren se-Kota Yogyakarta. Hadir pula dalam kesempatan ini, Ketua Dewan Penasihat DPD LDII Kota Yogyakarta, H. Isrujito, S.H.

DPD LDII Kota Yogyakarta
Jajaran pengurus PC LDII se-Kota Yogyakarta usai dikukuhkan.

Di hadapan peserta yang hadir, H. Isrujito menyampaikan harapan pengurus baru dapat bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku. Dalam berucap dan berperilaku sehari-hari, sebagai pengurus organisasi harus hati-hati, terkontrol dan memiliki pedoman. “Ojo waton ngomong, nanging ngomongo nganggo waton (jangan asal berbicara, tetapi bicaralah dengan menggunakan patokan atau alasan yang jelas_red),” ucapnya dalam bahasa Jawa.

Mengakhiri arahannya, H. Isrujito menegaskan ada 3 hal agar organisasi dapat berjalan dengan baik, yakni para pengurus menaati peraturan, bisa bekerja sama antar pengurus dan bisa bergaul dalam masyarakat.

Sebanyak 30 pengurus PC LDII periode 2022-2027 dikukuhkan oleh Ketua DPD LDII Kota Yogyakarta H. Herman Suherman, S.H. Dalam pidato pengukuhannya, H. Herman berharap para pengurus baru dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Selain itu, para pengurus juga berkewajiban berkontribusi kepada masyarakat dan mendukung program pembangunan daerah di masing-masing kemantren.

Menyikapi perkembangan zaman yang sangat dinamis, para pengurus harus dapat menyesuaikan, sehingga dapat membuat hal-hal yang bermanfaat bagi masyarakat. Menjalankan tugas yang diberikan itu termasuk ibadah, maka harus dilakukan dengan benar dan sesuai aturan, serta menghindari hal yang salah dan dosa.

“Lakukan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai bidang masing-masing dan hindari dosa dalam menjalankannya,” papar H. Herman menutup pidato pengukuhan.

Check Also

santri ppm jogja kuliah online

Mahasiswa LDII : #DiRumahSaja tidak Menghalangi untuk Tetap Belajar Meskipun Melalui Online

santri PPM Jogja kuliah online dari asrama akibat wabah corona

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.