Mewujudkan Generasi Profesional Religius, LDII Kota Yogyakarta Ajak Generus Mondok sambil Kuliah

H. Ahmad Riyadi, S.Si., M.Kom Selaku Kepala Pondok Pesantren Pelajar Mahasiswa memberikan Sambutan pada acara sosialisasi Pondok Pesantren Pelajar dan Mahasiswa (PPPM)

Yogyakarta (27/4) — LDII Kota Yogyakarta menggelar sosialisasi Pondok Pesantren Pelajar dan Mahasiswa (PPPM). Acara ini dilaksanakan pada Minggu, 27 April 2025, bertempat di kompleks Masjid Baitussalam, Gedongkiwo, Mantrijeron, Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan inisiatif dari Pengurus PPPM Baitussalam yang berkolaborasi dengan Biro Pemuda, Kepanduan, Olahraga, dan Seni Budaya Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kota Yogyakarta.

Acara ini dihadiri oleh para pelajar SMA/K serta mahasiswa LDII se-Kota Yogyakarta. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan kurikulum serta program pendidikan yang diterapkan di PPPM Baitussalam. Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan berupa nasihat agama untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menyeimbangkan ilmu dunia dan akhirat sejak usia muda.

Para peserta tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disiapkan oleh panitia. Mereka juga diajak untuk berdiskusi dan bertanya langsung terkait kehidupan di lingkungan pesantren. Tidak lupa juga tantangan-tantangan yang mungkin dihadapi selama menempuh pendidikan di sana. Dengan penyampaian yang interaktif dan inspiratif, diharapkan para pelajar dan mahasiswa semakin termotivasi untuk mengembangkan diri.

Antusias Peserta Sosialisasi PPPM yang dilaksanakan di Kompleks Masjid Baitussalam

H. Ahmad Riyadi, S.Si., M.Kom., Kepala PPPM Baitussalam, menyampaikan bahwa keberhasilan santri dan pemuda dalam memenangkan berbagai kompetisi tidak terlepas dari penanaman nilai-nilai karakter. “Generus yang menang dalam berbagai kompetisi adalah generus yang sejak dini sudah diajarkan dan ditanamkan 29 karakter luhur dalam hati dan fikirannya” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ahmad Riyadi juga menjabat sebagai Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas PGRI Yogyakarta (UPY). Ia menjelaskan bahwa di lingkungan PPPM, para siswa dibiasakan menerapkan 29 karakter luhur dalam kehidupan sehari-hari. Karakter tersebut diterapkan baik di dalam maupun di luar lingkungan pondok secara konsisten. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan terhadap pengaruh negatif, termasuk kenakalan remaja.

Sebagai penutup Ahmad Riyadi berharap setelah lulus santri PPPM bisa menerapkan poin – poin dari 29 karakter luhur. “Dengan pembiasaan karakter luhur di lingkungan PPPM ini harapannya saat kelulusan nanti siswa bisa mendapatkan ilmu dunia. Dengan nilai tinggi dan lulus tepat waktu, dan mendapatkan ilmu sebagai bekal di akhirat nanti yaitu lulus menjadi mubaligh-mubalighot ber-karakter luhur yang siap mengajarkan ilmu agama. Endingnya menjadi generasi yang mulia, sukses dunia dan akhirat,” tegasnya.

Penulis Rivaldy

Check Also

Kerja Bakti LDII

LDII Kota Yogyakarta Sukseskan Gerakan Kerja Bakti Nasional DPP LDII

Yogyakarta (18/8). Memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, LDII kembali menyelenggarakan gerakan nasional Kerja Bersama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

this page